Pages

Senin, 02 November 2009

BUKAN YANG TERBAIK BY BU HARNA MALAU


“Whattt……….????,ternyata dia gak tau malu juga ya.pokoknya gak bisa,,gak bisa,,kamu gak bisa ktemu sama dia lagi.kamu jangan lemah gitu dong na.sudah cukup dia nyakitin kamu selama ini”.Dea marah besar setelah aku cerita kalau Jano menemuiku kemarin setelah lama dia cuekin aku.Aku juga heran ada angina apa sehingga dia tiba-tiba datang menemui aku dari yang tidak pernah sekalipun.Dulu aku suka sama dia,padahal tidak ada yang special dari dia.Aku tidak tau kenapa aku bisa suka sama cowo angkuh,sombong dan banyak tingkah seperti dia.”Tau nih si Luna,lemah banget jadi cewe.Kamu gak sakit hati apa setelah dia gak pernah menghargai perhatianmu sama dia??.Kamu harus bisa buktiin kalau kamu bisa dapetin cowo yang lebih baik dari dia.Mentang2 kamu yang selalu kasih perhatian sama dia,dia jadi blagu gitu dan makin banyak tingkah.”.Ririn melanjutkan bertolak pinggang.”Atau jangan2 kamu masih suka ya sama dia?”,tatap Dea curiga.Sepertinya mereka sudah muak dengan Jano dan aku hanya bisa speechless.”Tuh kan kamu diam dan bingung,berarti benar dong kalau kamu masih ada rasa sama dia.ya kan !!!!”.Lanjut Dea.”Suer aku gak suka lagis ama dia”,ucap ku dengan nada kencang.Aku tidak tau apa aku jujur atau sedang membohongi perasaan ku.Yang pasti aku tidak ingin mereka menginvestigasi ku lebih jauh.
***
Hari ini ku jalani hari ku seperti biasa.Aku ke kampus sendirian dengan motor yang selalu mengantar ku ke tempat menimba ilmu itu.Di pintu ruangan,lamgkah ku dihentikan oleh bunyi HP ku.Jano menelepon ku dan aku tidak tau apa yang harus ku lakukan.intinya sahabat2ku tidak boleh tau.ku biarkan bunyi telfon itu berlalu begitu saja,walau ada perasaan tidak enak.Ku berbalik masuk kelas dan ternyata Dea,Ririn dan Mini sedang berdiri dipintu dengan tatapan yang tidak biasa.” Ada apa?kenapa kalian menatap ku seperti itu?.ada yang aneh ya?”,tanyaku sedikit gugup.”Kenapa kamu gak angkat telfonnya?”,Ririn membuatku takut.”Tapi kan kalian gak suka.” Jawab ku tertunduk.”Baguslah kalau kamu tau”,mereka meninggalkan ku.Aku hanya bisa mengusap dada dan menarik nafas lega.Di kantin kami berempat tertawa sepuasnya.seperti biasa Mini selalu membuat lelucon.”Mereka sangat menyayangi ku dan tidak ingin aku diganggu lagi sama Jano”,bisikku dalam hati dan melihat mereka yang sedang tertawa ceria.
***
Sampai di rumah,ku melihat ada sebuah motor yang tak asing bagiku.”Kamu ada tamu tuh,dia sudah lama nunggu kamu”,Ibuku menunjuk seorang laki laki yang sedang duduk manis di ruang tamu.Alangkah terkejutnya aku ketika melihat Jano tersenyum pada ku.”kok malah bengong?, sana temui jano..”,lanjut ibuku.Ku seperti sedang bermimpi karena baru kali ini dia datang ke rumah ku.”Sudah pulang ya Na?,Tanya dengan senyumnya yang tak lagi kurindukan itu.Aku hanya mengangguk cepat dan masih menggendong bermacam diktat di tasku .”Kamu berani naik motor sendirian?apa gak bahaya tuh?,Sepertinya dia masih menganggapku gadis lemah yang tidak tau apa2.”Brani..”,jawab ku singkat.”Kamu kok jutek gitu sih Na?,kamu gak suka ya aku datang kesini?”,dy benar2 membuat mulut ku kaku.Dibilang suka,aku takut sahabat2 ku marah..Dibilang gak suku,aku munafik dong.Setelah lama berbincang bincang,dia pun pamit pulang pada ibu.Seharian aku di kamar memutar kembali perbincangan tadi siang.Tak terasa,sebuah mutiara jatuh dari pipiku.Kenapa dia menggaggu hidupku lagi setelah aku hamper melupakannya dan sedang mulai mencintai cowo lain yang dikecengi sama sahabat2 ku.memang lebih baik dia seerti dulu saja yang sombomg minta ampun.Dengan begitu aku bisa menerima cowo yang jelas2 peduli dan baik pada ku.Tapi ntah kenapa dan apa yang mencairkan hatinya yang beku itu untuk mencoba memulihkan perasaan ku yang sudah hampir mati padanya.Bel rumah mengganggu keheningan dan sepertinya ibu sedang keluar.Aku keluar dan membuka pintu yang dari tadi minta dibuka.Sesosok laki2 berpakaian serba putih dan rapih membelakangi aku.dia tersenyum padaku dan hanya senyumnya itu yang membuat aku bisa melupakan masa lalu.”Yesha!,ada apa sore2 begini kok rapih banget?.kayak mau ke pesta aja.”Tanya ku sambil memutar mutar badannya.”Betul,aku memang mau ngajak kamu ke pesta ulang tahun kakak aku,gimana?.mau ya..mau ya..kamu tega biarin cowo sekeren aku gak ada teman ke pesta itu?”.dia memang senang bercanda dan itu yang membuatku senang padanya.”Sekarang?”.tanyaku bodoh.”Bulan depan!,Ketusnya.ya menit ini juga Luna.”jawabnya ,mengusapusap kepala ku.Satu jam kemudian aku turun dengan pakaian serba putih juga dan aku harap itu bisa membuatnya senang.karna selama ini hanya dia yang buat aku senang.”Wahh,pacar Yesha cantik banget ya”,Suara2 teman yesha menusuk telinga ku.Aku melihat Yesha seraya bertanya apa maksud mereka mengatakan itu.tapi Yesha hanya memainkan bola matanya padaku.Tak sengaja aku melihat sosok Jano ditengtah keramaian pesta.Aku memastikan apa itu Jano atau tidak dengan mata ku yang merayap kesana sini.Aku pulang ke rumah dan merebahkan tubuhku di tempat tidurku yang kelelahan dari pesta.Aku tidak memperdulikan lagi pertanyaan ibu yang menanyakan suasana pesta.Mata ku baru saja terlelap,tapi diganggu oleh panggilan di HP ku.”Duh,gak ada toleransi banget sih,baru aja mau tidur”,kataku murung.”Ngapain sih nelpon malam2 gini?aku cape mau tidur”,kataku.”Aku mau bicara serius.Tolong sekarang kamu ke dapan rumah mu y,aku di depan sekarang”,sahutnya.”kamu gila ya malam2 gini ganggu orang tidur!!”,aku emosi.”Plis,Sebentar aja.”suara itu lenyap.”Kamu bisanya ganggu orang aja ya..!Gak tau apa aku uda cape?”,aku marah2 padanya.Aku sudah tidak ingin bicara lagi pada cowo angkuh itu.Aku takut akan suka lagi padanya.Karna aku mulai menyukai Yesha,dan aku tidak ingian melukai nya karna aku tau sakitnya dilukai.Akhirnya dia mengatakan yang ku duga.”Lebih baik kamu pulang aja sekarang,Lagi gak pengen ngomong nih”,kataku seolah mengusirnya dan memang aku ingin dia cepat2 pulang.ku tinggalkan dia dan aku masuk kamar ku.Aku bingung kenapa aku bisa sekasar itu padanya.Tapi itulah yang terbaik bagiku,Jano,Yesha,dan sahabat2ku.Aku jadi tidak bisa tidur,otakku hanya memikirkannya.Disaat hari Valentine,aku beri dia sesuatu yang menarik melalui sahabatnya.Dan tidak ada respon darinya.Aku memang terlalu pede memberi sesuatu pada orang yang tidak pernah memperdulikan aku,bahkan menyapa pun tidak.Jika sesekali aku berpapasan dengannya,dia tidak sedikitpun menoleh.tapi aku tetap menyayanginya.mungkin cinta buta telah membuat ku tidak melihat atau menyadari sifat dinginnya padaku.Seperti tidak ada kepedulian atas perhatianku padanya.Tapi ntah apa yang ada padnyayang membuatku tetap care.Sesekali kulihat dia bersama anak2 adik kelas.”kenapa ya dia bisa suku sama jano?.Kalau aku jadi dia sih,aku gak bakal suku ma cowo sok tampan itu.Apa sih yang dia lihat dari anak sok keren itu?”,Kudengar bisikan2 teman ku yang ternyata melihat ku menyaksikan pemandangan yang tidak enak itu.Aku berbalik ke meja ku dan mendengar lagi dibelakangku kalu Jano punya pacar..Tapi ntah kenapa aku selalu menolak apa yang mereka bicarakan.Aku selalu menganggap kalau Jano cowo pendiam,sehingga sosoknya dan apapun yang ia lakukan selalu baik di mataku.Tapi akhirnya aku membencinya ketika dia memberi sepotong kalimat pedas padaku,Lantaran aku memberi kado ulang tahun padanya.”Masih banyak kok cowo yang mau menerima kamu”.Perkataan itu meninggalkan luka yang sangat perih di hatiku.Lama kelamaan aku melupakannya dan aku semakin yakin kalau cowo sepertinya tidak pantas bagiku.Terlebih dengan kedatangan Yesha yang membawa suasana baru,dewasa,menyenangkan dan comfort jika bersamanya.Aku terbangun dari tidurku,ternyata aku baru saja berada di kehidupan 2 tahun lalu.Aku duduk terpaku dengan angka jarum jam yang menunjuk angka 3.Aku merenungkan kisah cinta ku sepanjang malam ini.”Apa lagi yang ia inginkan dariku sehingga ia dating disaat hatiku berada di tempat lain.Mengapa ketika seluruh hatiku hanya padanya.dia malah menganggap ku antara ada dan tiada.”,hatiku semakin tak menentu..
***
Sinar matahari menyentuh wajahku lewat jendela kamarku yang terbuka.”Mungkin ibu yang membuka jendela itu.”,gumamku tanpa membuka mataku dan masih berbaring.Mungkain semalam aku tertidur di ujung lamunanku yang tak tau akhirnya.Kebetulan hari ini hari ini hari minggu,makanya ibu masih membiarkan aku tertidur.Tapi aku beranjak ketika ibu teriak bahwa ada Yesha menunggu ku di bawah.”Iya….sebentar.”,Teriaku dari kamar.”Duh,pasti nanti Yesha menasehati ku kalau tau aku bangun kesiangan walaupun di hari minggu.”,pikiran ku sedang berantakan.Aku turun setelah cukup rapih.”Aku pinjam Luna dulu ya tante..pasti kubalikin utuh kok nanti,permisi ya tante.”Yesha pamit dengan sopan.Sifatnya itulah yang membuat ibu senang padanya.”Aku gak suka kalau matahari lebih cepat terbit dari kamu..!@@#%#%^&!$”,Ternyata benar dia menasehatiku.hanya dia yang memberi kesan positif padaku daripada yang pernah mencoba dekatiku.Ditempat yang sejuk itu,pia menyatakan perasaannya dan meminta ku jadi pacarnya.Dia tersenyum ketika aku mengiyakan permintaannya.Dia sangat senang ,namun sebuah kata dari benakku untuk Jano,”Maafkan aku,Kau bukan yang terbaik………..”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan lama